Selasa, 12 Januari 2010

Keuntungan berorganisasi

Pada dasarnya manusia hidup saling ketergantungan. Mereka selalu saling menguntungkan, sama halnya dengan berorganisasi karena dalam berorganisasi kita selalu berinteraksi dengan banyak orang dan bisa belajar dari orang lain. Menurut McDavid & Harari (1968) Psikologi Sosial adalah studi ilmiah tentang pengalaman dan perilaku individual yang berkaitan dengan individu lain, kelompok, dan kebudayaan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengaruh perilaku indivudu dapat berstimulus dari interaksi sosial.


Menurut pengalaman yang saya dapat, dengan seringnya kita bersosialisasi atau berorganisasi dapat memperkaya pengalaman dan pengetahuan karena kita saling bertukar pikiran antar satu dengan yang lainnya. Tidak hanya itu dengan berorganisasi kita juga dapat menambah teman, pergaulan, dan tentunya mempermudah kita untuk mencari informasi karena memiliki banyak relasi. Jenis organisasi bermacam-macam seperti, Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Karangtaruna, dan masih banyak lagi organisasi yang dibentuk dari Ekskul-Ekskul sekolah contoh: Pramuka.


Sebagai contoh yang saya ambil adalah seseorang yang mengikuti organisasi dari ekskul pramuka yang bernama Mohammad Laiyin Nento(1983). Pertama kali ia mengikuti organisasi pada saat SD dan di SMP ia sudah mulai mempelajari lebih dalam tentang berorganisasi khususnya dalam bidang pramuka. Dari keaktifannya dibidang pramuka Layen begitulah sapaannya dipercaya sebagai anggota OSIS dan ia juga mengikuti kumpulan remaja masjid. Dan saat SMA ia tidak menghilangkan kesempatannya untuk melanjutkan ekskulnya dibidang pramuka, seperti saat diSMP ia kembali di percaya untuk menjadi anggota OSIS di SMAnya karena para guru melihat ia memiliki potensi untuk memimpin, ia juga mengikuti Rohis, dan berpartisipasi dalam forum-forum pelajar lintas sekolah.


Tidak semua orang memiliki keinginan untuk berorganisasi karena ada beberapa orang yang berpendapat bahwa berorganisasi membuang waktu. Orang-orang yang berpendapat seperti itu biasanya mereka tidak memiliki motivasi dalam hidupnya. Tetapi jika mereka memiliki motivasi untuk jalan hidupnya ataupun untuk mereih cita-citanya pasti mereka akan berpandangan dengan berorganisasi dapat menimbulkan keuntungan, tetapi dalam catatan mengikuti organisasi yang positif.


Layen menuturkan keuntungan dari mengikuti organisasi ini adalah ia memiliki jiwa kepemimpinan, dapat memecahkan masalah secara rasional itu yang terpenting dalam satu tim, memberi pelajaran dalam bekerja dalam satu tim, dan masih banyak lagi manfaat yang tanpa disadari ia dapatkan jika bergabung dengan organisasi. Karena tidak semua 'life skill' bisa kita dapatkan hanya dengan Pendidikan Formal di sekolah dan kuliah. Dengan organisasi dapat mendidik kita untuk bisa berinteraksi dengan banyak orang, belajar untuk menyatukan tujuan bersama.


Bagi layen dengan mengikuti organisasi membuat hidup lebih bergairah dengan tantangan yang bisa didapatkan dengan berinteraksi didalam organisasi tentunya bisa meningkatkan kemampuan life skill seseorang, dan yang terpenting berorganisasi membuat kita memiliki banyak kenalan atau relasi tentunya memperkaya kita dalam berbagai hal. Dan dengan berorganisasi Layen mendapatkan kesitimewaan, seperti saat ia baru lulus dari Sekolah Kejuruan dan bermaksud untuk melamar kerja dan dalam salah satu wawancara ia diberi pertanyaan seputar organisasi ternyata pihak perusahaan tersebet menganggap orang yang aktif berorganisasi mayoritas memiliki kelebihan dari orang yang tidak berorganisasi, terutama dalam mentalitas bekerja dan berinteraksi dengan orang lain. Layen berpendapat bahwa jika kita aktif dan berprestasi, mungkin kita bisa mendapatkan banyak hal yang tidak kita duga. Kesempatan langka yang hanya bisa didapatkan jika kita aktif berorganisasi, contohnya saya beberapa waktu lalu dikirim ke Arizona, USA mewakili Indonesia.


Layen dikirim ke Arizona, USA mewakili Indonesia untuk berpartisipasi dalam SUMMER CAMP 2009 Boys Scout of America. Layen diundang sebagai Instruktur Tamu dalam Kegiatan Tahunan Pramuka Amerika Serikat sekaligus Layen melakukan studi banding untuk bisa dikembangkan dengan Kegiatan Kepramukaan di Indonesia. Dan bagi Layen itu merupakan pengalaman yang sangat berharga, karena dari Indonesia hanya diutus 3 orang. Dan ia juga berkesempatan untuk jalan-jalan ke GRAND CANYON, Jurang terbesar di dunia yang termahsyur juga mengunjungi Kota Judi Internasional LAS VEGAS, hanya untuk sekedar ingin tahu seperti apa aktivitas di kota yang dijuluki 'Kota Dosa'.


Pastinya anda dapat memberikan kesimpulan tidak semua organisasi menghambat atau membuang waktu ataupun menyita waktu, tetapi dengan berorganisasi kita bisa mendapatkan banyak pengalaman dan kesempatan menjadi lebih baik. Dan saat membahas apakah dengan mengikuti organisasi akan menggagu kesehatan mental anda? Layen menjawab “Sejauh ini saya tidak merasakan hal yang demikian. Karena pada hakikatnya, dimana saja kita sedang berorganisasi. Setidaknya kita mengorganisasikan diri kita sendiri. Dan mungkin skala berikutnya kita berorganisasi dalam bentuk profesional di keseharian pekerjaan kita dan di sisi lain tentunya mengorganisasikan keluarga. Jika kita sudah membiasakan diri berorganisasi sejak dini, diwaktu dewasa kita justru akan mendapatkan mentalitas kerja dan menangani sesuatu yang lebih baik. Tentunya jika kita bisa belajar baik dari semua pengalaman berorganisasi kita”. Beberapa survei membuktikan dengan mengikuti organisasi tidak akan menimbulkan kerusakan mental, selagi orang tersebut menjalani organisasi yang bersifat positif dan tidak merugikan dirinya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar